Kejaksaan Kembali Lakukan Eksekusi Terhadap Pelaku Korupsi Yang Sempat Bebas

Maros, JAPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros kembali melakukan eksekusi penahanan terhadap tiga terpidana Kasus Korupsi Pembebasan Lahan tahap dua Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Kabupaten Maros yang sempat bebas demi hukum.

Ketiga terpidana korupsi tersebut masing-masing Andi Nuzulia, Hartawan Tahir dan Hamka, mereka sempat menghirup kebebasan selama kurang lebih sebulan karena masa penahanan dari MA sudah selesai dimana putusannya belum turun.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Maros, Agung Riyadi mengatakan dimana putusan dari MA baru diterima pihaknya, sehingga Kejari Maros langsung melakukan eksekusi terhadap ketiga terpidana tersebut.

“Kemarin kita sudah terima putusan resminya, dari Mahkmah Agung, maka kami mau melaksanakan secepatnya untuk eksekusi badan dari masing-masing terdakwa ini. Tadinya memang ditahan, tetapi kemarin karena masa penahanan dari Mahkamah Agung sudah habis, makanya mereka lepas demi hukum sambil menunggu putusan,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kejari Maros jalan Ratulangi, Jumat (30/11/2018).

Agung juga kembali menjelaskan putusan ketiga terpidana yang mereka ekseskusi sudah melalui proses Banding di Pengadilan Tinggi (PT) dan Kasasi pada tingkat MA, dimana Kasasi Terpidana Andi Nuzulia itu ditolak sehingga harus menjalankan putusan Pengadilan Negeri (PN) dan melanjutkan masa penahanan di Rutan Makassar.

“Masing-masing untuk ibu Andi Nuzulia ini dalam pustusannya MA itu menolak dari kasasi jaksa, sehingga pedoman kami karena PT juga dalam putusan tetap mengacu kepada PN, makanya kami melaksanakan dari putusan PN itu juga, berupa pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp100 juta, kalau tidak membayar denda mereka harus menjalani kurungan dua bulan. Dan tanpa uang pengganti,” jelasnya.

Ia melanjutkan, dimana untuk dua terpidana, Hartawan Tahir dan Hamka itu diterima oleh MA sehingga menambah masa hukuman dari kedua terpidana dan melanjutkan masa tahanannya di Lapas Makassar.

“Untuk Hamka dan Hartawan Tahir, masing-masing pidana penjara karena kasasi kami diterima oleh MA, kemudian turun penjara selama 4 tahun 6 bulan dan dendanya Rp200 juta, apabila tidak membayar maka diganti masa penahan selama 6 bulan,” Kata Agung.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum Kejari Maros pada september 2017 menuntut tiga terpidana tersebut dengan tuntutan yang berbeda, dimana Andi Nuzulia selaku Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) dengan tuntutan pidana penjara 10 tahun dengan denda Rp200 juta. Sementara untuk Hartawan Tahir dan Hamka dituntut pidana kurungan selama tujuh tahun penjara dan denda Rp100 juta. Ahmad H. (Muh. Hakim)

 

 202 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *