Pemkab Labuhanbatu Peringati Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia

Labuhanbatu, JAPOS.CO – Plt. Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST MT didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Labuhanbatu Hj. Rosmanidar Hasibuan, menghadiri Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2018 di PT Citra Indah Pertiwi (CIP) Desa Pematang Seleng, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (28/11/2018).

Panitia kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu bekerjasama dengan pihak PT CIP Desa Pematang Seleng, Perangkat Daerah Kecamatan dan Perangkat Desa Pematang Seleng serta didukung oleh tokoh masyarakat, tokoh agama,  tokoh pemuda dan berbagai kalangan/komunitas/komponen masyarakat Kabupaten Labuhanbatu.

Pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia Tingkat Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2018,  Plt. Bupati Labuhanbatu menyampaikan Pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang intinya adalah bahwa segenap bangsa dan negara dunia pada setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup (HLH) se-Dunia.

Pada tahun 2018 ini, peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia mengangkat tema “Mengendalikan Sampah Plastik”.

Khusus Negara Kesatuan Republik Indonesia menabuh genderang gerakan bersama mengatasi sampah yang sulit terurai dan mengancam lingkungan hidup kita.  Sebagai upaya untuk menjaga alam dari bahaya sampah plastik dilakukan langkah-langkah Pembatasan, guna ulang dan daur ulang yang secara internasional dikenal dengan isitilah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya mengatakan bahwa komposisi sampah plastik di Indonesia saat ini sekitar 16 % dari total  timbulan sampah secara nasional. Sementara komposisi sampah  plastik di kota-kota besar, seperti Jakarta sekitar 17 %. Sumber utama sampah plastik berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

Dari total timbulan sampah plastik, yang telah  didaur ulang diperkirakan  baru 10-15% saja. Selain itu 60-70 % ditimbun di TPA, dan 15-30 % belum terkelola dan terbuang ke lingkungan terutama lingkungan perairan, seperti sungai, danau, pantai dan laut.

Diperlukan kebijakan dan setrategi yang tepat dengan tujuan akhir melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan (sustainable development). Salah satu pendekatan dalam pengelolaan sampah berkelanjutan yaitu dengan pendekatan sistim ekonomi ramah lingkungan (circular economy).

Sebagai langkah nyata penerapan circular economy, saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sedang membangun tiga pilot projects pengembangan model pengelolaan sampah kemasan melalui program kolaborasi dengan melibatkan  pemerintah,  produsen, industri  daur ulang, bank sampah, sektor informal (pelapak dan pengepul) dan kelompok masyarakat.

Secara sederhana, akar dari model circular economy dalam konteks pengelolaan sampah adalah prinsip 3R yang juga menjadi roh utama Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 81 tahun 2012.

 

Pemerintah RI sejak tahun 2016 juga sudah melaksanakan uji coba pengurangan sampah plastik bekerja sama dengan retail. Hasilnya cukup positif dimana penggunaan kantong belanja plastik menurun 30-60 %. Ujicoba ini harus diperkuat dengan kesadaran prinsip bahwa menggunakan dan membuang sampah plastik akan mencemari lingkungan dan kita harus bertanggung jawab karena telah memberikan beban pada alam.

Setelah usai membacakan isi pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Plt. Bupati Labuhanbatu menegaskan bahwa kegiatan lingkungan hidup di Kabupaten Labuhanbatu harus bergerak di 9 kecamatan, 75 desa dan 23 kelurahan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

Sampah harus bisa dijadikan sebagai sumber baru, pendapatan bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu harus bekerjasama dengan komponen masyarakat Labuhanbatu, seperti perusahaan/pelaku usaha, organisasi masyarakat yang bergerak dibidang lingkungan hidup, sekolah-sekolah, organisasi kepemudaan dan sebagainya.

Kerjasama dan kesatuan tekad tersebut adalah merupakan wujud kecintaan kita terhadap lingkungan hidup yang baik, asri, sejuk,  bersih,  indah,  nyaman dan hijau,  di Bumi Ika Bina En Pabolo yang sama-sama kita cintai ini.

Plt. Bupati Labuhanbatu bertekad dan sungguh-sungguh sedaya upaya untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi untuk pembangunan Labuhanbatu disegala bidang. Pernyataan kesungguhan untuk membangun Labuhanbatu dihadapan publik disetiap kesempatan selalu disampaikan dengan nada yang penuh semangat dan serius.

Pada acara ini,  Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu,  H.Kamal, melaporkan bahwa sejak berdirinya Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu telah melaksanakan terobosan inovasi, diantaranya memperoleh penghargaan informasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup tahun 2018 dari Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara, memperoleh akreditasi laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Labuhanbatu dari Komisi Akreditasi Nasional.

Kamal juga memaparkan bahwa telah membangun sarana pusat daur ulang sampah organik dan anorganik di Jl. Ahmad Idris Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan, pembentukan bank sampah di Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Desa Kampung Padang Kecamatan Pangkatan,  Desa Perbaungan Kecamatan Bilah Hulu,  meraih Juara III lomba pengetahuan lingkungan hidup tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018, mendapatkan bantuan 2 unit truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, memperoleh 10 unit kenderaan roda tiga pengangkut sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan membangun sarana air bersih siap minum di Kecamatan Pangkatan sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara.

“Langkah-langkah dan upaya ril dalam pengelolaan Lingkungan Hidup di Kabupaten Labuhanbatu akan lebih dipacu semakin lebih baik lagi, sehingga harapan-harapan masyarakat dan pemerintah dapat tercapai dengan sebaik-baiknya,” jelas H. Kamal.(At) 

 

 226 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *