Ratusan Atlet Difabel Ikuti Pekan Paralimpik Provinsi Jambi

Jambi, JAPOS.CO – Sebanyak kurang lebih 300 atlet difabel dari 9 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi akan mengikuti gelaran Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jambi VI 2018.

Para atlet paralimpik akan mengikuti 150 nomor lomba dari delapan Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dilombakan. Adapun Cabor yang akan dilombakan, yakni atletik, angkat berat, badminton, catur tunanetra, judo, tenis meja, panahan dan renang.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Provinsi Jambi, Syafrizal mengatakan pada 26 November 2018 atlet mulai berdatangan dari kabupaten kota untuk bertanding sampai 30 November 2018.

Syafrizal mengatakan atas arahan dan dukungan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, pelaksanaan Peparprov 2018 dilaksanakan dengan anggaran dana secara swadaya dan swadana dari masing-masing daerah sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jambi.

“Kami cuma memikirkan pelaksanaanya jadi untuk hotel, makan dan lainnya itu daerah masing-masing. Ya Alhamdulillah kami pertama kali ini berbuat mandiri seperti ini, yang sudah-sudah kami yang membiayai semua, jadi ini bagus sekali ide dari pak Kadispora, jadi tidak terlalu membebankan APBD Provinsi,” sebut Syafrizal.

Dirinya berharap agar Peparprov 2018 dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan dari semua pihak bahkan dari masyarakat Provinsi Jambi.

Kedepannya, dirinya berharap pemerintah daerah terus bersinergi untuk membangun NPC Provinsi Jambi. Agar kaum disabilitas dapat bersosialisasi dan menemukan jati diri.

“Ini olahraga bagi kami kaum disabilitas sama dengan rehabilitasi. Biasanya anak-anak ini malu untuk keluar dengan ini dia bisa bersosialisasi dan bisa menemukan jati dirinya. Bila jati dirinya muncul otomatis pikirannya akan berkembang untuk mencari nafkah mencari ilmu sebagai,” katanya.

Selanjutnya Sekretaris NPC Provinsi Jambi, Abraham Tambun, mengatakan Peparprov merupakan salah satu cara merekrut atlet difabel sebanyak-banyaknya.

Melalui Peparprov 2018, NPC akan menseleksi atlet difabel yang memenuhi kualifikasi dan syarat untuk dibawa ketingkat nasional di Provinsi Papua tahun 2020.

Abraham membenarkan bahwa Peparprov dilaksanakan dengan cara swadaya dan swadana. Meski demikian dirinya tetap optimis Peparprov akan berjalan lancar dan sesuai target.

Dirinya juga menjelaskan melalui Peparprov para penyandang difabel dapat meraih prestasi dan rehabilitasi. Sehingga penyandang difabel dapat termotivasi dan mempunyai kesempatan yang sama dengan atlet-atlet pada umumnya.

“Jadi kalau ada kawan difabel di kakinya, bayangkan kalau dikampungnya tidak punya ajang seperti ini, dia terkungkung pada masyarakat dia, dia tidak tahu siapa. Ketika even ini dibuat dia akan merasa ada kawan, sehingga akan termotivasi dan merasa punya kesempatan yang sama,” tutur Abraham.

Ketua NPC Kabupaten Tebo, Ahmad  Najib mewakili atlet yang bertanding berharap acara Peparprov berjalan dengan sukses, tertib, adil dan mendapatkan perlakuan sama dengan atlet umum lainnya.

Hal tersebut tentunya akan membangkitkan semangat atlet difabel dengan segala kekurangannya. “Berharap Pemerintah Kabupaten Tebo bisa berfikir untuk menjadikan mereka setara dengan atlet-atlet lainnya karena potensi yang sangat besar dengan atlet Kabupaten Tebo,” Ahmad Najib.

Dirinya berharap Peparprov dapat berkelanjutan dimasa yang akan datang. Serta semakin banyak masyarakat difabel yang berprestasi.

Peparprov Provinsi Jambi harusnya dilaksanakan pada tahun 2017. Namun karena NPC dan anggaran yang belum siap maka pelaksanaannya harus tertunda sampai 2018.

Terdapat sebelas Kabupaten Kota Se-Provinsi Jambi, hanya sembilan Kabupaten Kota yang mengirimkan kontingen untuk bertanding. Sedang Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kota Sungai Penuh tidak mengikuti even dua tahunan untuk difabel tersebut. (Rizal)

 262 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *