Pengerjaan RTLH Di Desa Cibaliung Mangkrak

Pandeglang, JAPOS.CO – Sebanyak 11 rumah tidak layak huni di Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung sampai sekarang pekerjaannya mangkrak.

Mangkraknya pelaksanaan pengerjaan RTLH tersebut karena pengiriman barang material yang lamban dari suplayer, akhirnya para pekerja pun harus mengehentikan pekerjaannya.

Warga dan para pekerja yang merasakan dampak lambannya pengiriman barang material merasa kecewa. “Akhirnya kami – kami juga yang susah bukan kontraktornya,” ungkap beberapa warga penerima bantuan.

Rasa kecewa masyarakat penerima RTLH di Desa Cibaliung dibenarkan oleh salah satu warga masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

“Bener kang di Desa kami ada 11 warga yang mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni ( RTLH). Informasinya anggarannya mencapai Rp.50 juta setiap penerima. Itu tersebar di 11 titik lokasi wilayah Desa Cibaliung,” ujarnya.

“Saya dapat informasi dari warga, proses pengerjaannya sekarang mangkrak gara – gara pengiriman barang materialnya lambat,  ya otomatis para pekerjanya juga berhenti dulu bekerja. Jujur kang saya merasa kasihan ke warga dan pekerja. Warga yang mendapatkan barang materialnya semua pada hancur, belah – belah, belum lagi materialnya yang lain, mortal atau semen untuk hebel juga ada yang beli sendiri. Kalo menurut saya kurang bagus itu, kalo untuk para pekerjanya dari ongkos kerjanya otomatis berhenti juga dong upahnya sementara mereka kan sudah menyepakati tiap hari kerjanya. Dengan terhenti seperti itu, darimana mereka mendapatkan uang sehari – harinya selama mereka tak kerja, miris pokoknya,” lanjutnya.

“Saya menyaksikan kondisi kaya begitu kang, kami selaku pihak desa gak bisa ngebantu. Ya gimana mau membantu, dari pihak suplayer kurang kordinasi dengan pemerintahan desa. Harapan kami selaku wakil dari masyrakat agar dari suplayer atau pun perusahaan pemborong material segera memenuhi pengiriman barang materialnya supaya pekerjaanya tidak mangkrak karena sudah mulai musim penghujan dan saya berharap pada pendamping program agar lebih intens untuk mengawasi programnya biar berjalan baik dan bangunannya berkualitas, kasihan masyarakat. Jangan jadi korban,” tutupnya, Sabtu (24/11). (Na2)

 204 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *