Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Senilai 3,8 M Di Kapuas Dipertanyakan

Palangka Raya, JAPoS.CO – Lagi-lagi proyek di Kapuas, Kalimantan Tengah diduga dikerjakan asal jadi, tidak sesuai kontrak.  Pada pemberitaan sebelumnya Jaya Pos menyoroti proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Dirjen Cipta Karya, Pengembangan Kawasan Pemukiman Kumuh Perkotaan senilai Rp.14 miliar lebih di Kawasan Selat Hulu.

Jaya Pos memberitakan proyek peningkatan jalan dan jembatan dari Pulau Kupang menuju  Jajangkit, di Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang menelan dana sebesar Rp.3,8 miliar lebih. Sebab berdasarkan pengamatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Kabupaten Kapuas, proyek yang dikerjakan oleh kontrator pelaksana PT Afiat Mitra Sejahtera Pusat Buntok berdasarkan kontrak nomor : 03/DPA-SKPP-N tahun 2018 Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan  Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Kapuas tersebut diduga dikerjakan asal jadi, tidak sesuai spesifikasi teknis (Spek).

Ketua KIB Kapuas, Suriyadi mengatakan, konstruksi geotextile dan timbunan tanah pilihan atau laterit serta timbunan base crouse pada pekerjaan peningkatan jalan tersebut sepanjang 1.950 meter  dinilai tidak sesuai standar spesifikasi teknis. Base crouse yang digunakan, secara kasat mata menurutnya tidak berkualitas dan sangat  rapuh serta tidak dapat diklasifikasikan sebagai timbunan lapisan pondasi agregat kelas C (LPC) maupun lapisan pondasi agregat kelas B (LPB).

“Itu yang kita pertanyakan, apakah pengerjaan proyek itu sesuai spek atau tidak,  ternyata pihak Dinas PUPRPKP Kabupaten Kapuas sampai saat ini tidak bisa menjelaskan tinggi timbunan laterit berapa, base crouse berapa, karena kalau kami lihat tipis,“ ucap Suriyadi.

Selain itu, dia juga menyabutkan, nilai kontrak sebesar Rp.3,8 miliar yang dianggarkan untuk pembangunan jalan  tersebut dengan  konstruksi seperti itu sangat besar dan tidak sesuai, karena jalan yang dibangun tersebut hanya sepanjang 1.950 meter.

“Menurut mereka dari PU, peningkan jalan tersebut panjangnya 1.950. Itu kata mereka, tapi menurut saya tidak sampai, karena kalau dilihat dari ujung ke ujung kelihatannya sangat dekat. Karena kalau jarak 2  kilometer panjang sekali,” ujar Suriyadi. (Mandau)

 475 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *