Dewan Setujui Usulan Perda Perkebunan Pemprov Jambi, Pembangunan Ujung Jabung dan Kemingking Jadi Kawasan Industri

Jambi, JAPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, M. Dianto mengatakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi telah menyetujui usulan Pemerintah Provinsi (Pemrov) terkait Peraturan Daerah (Perda) perkebunan.

Sekda mengatakan bahwa selama ini hasil perkebunan Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm  Oil (CPO) sawit dan karet harganya masih jauh dari harapan petani.

Maka dirinya berharap dengan adanya Perda yang disetujui dewan Provinsi Jambi dapat mengawal harga komoditi hasil perkebunan masyarakat.

Dirinya juga berharap agar TBS petani dapat dibeli oleh pihak pabrik secara langsung tanpa melalui pihak ketiga, sehingga petani tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya.

“Jadi kalau selama ini kita tahu karena itu di sepanjang jalan di sepanjang pedesaan kita dikumpulkan oleh yang memberikan modal kerja kepada kelompok petani karet. Lalu hasilnya itu mereka yang memberi lalu mereka yang menentukan harga. Ini sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun jadi jaringan inilah yang akan kita putuskan,” ujar Dianto usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (26/11/2018).

Demi menunjang hasil pertanian masyarakat, Pemprov Jambi juga mengusulkan kawasan industri ke beberapa perusahaan pengembang di Kemingking, Kabupaten Muaro Jambi.

Sekda berharap kawasan industri akan menjadi satu rangkaian dengan pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sehingga Kemingking dan Pelabuhan Ujung Jabung dapat disesuaikan dengan rencana tata ruang dan rencana tata wilayah Provinsi Jambi.

“Nanti kawasan ini bisa terarah, dari awal desainnya kita garap lalu kita ajak beberapa investor dari luar sehingga mereka bisa menggarap hasil-hasil komoditi perkebunan kita ini. Nanti di kawasan industri itulah mereka bisa membuat hilirisasi dari hasil perkebunan yang ada di Provinsi Jambi. Contohnya kalau selama ini kita hanya bisa mengirimkan CPO dari selama ini turunannya paling minyak goreng. Nah kalau nanti kita akan ajak kerjasama dengan industri-industri lainnya paling tidak CPO ini ada beberapa turunan lainnya yang bisa dihasilkan di Provinsi Jambi dan ini bisa menjaga kestabilan harga TBS yang didapat oleh petani kelapa sawit,” terang Dianto. (Rizal)

 297 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *