Terungkap Fakta Surat Penangkapan Diserahkan Satu Hari Setelah Penangkapan

Jakarta, Jaya Pos -Sidang permohonan praperadilan atas pemohon Murfy Aditya seorang sales motor dengan termohon Polres Jakarta Barat nomor perkara 11/Pra.Pid/2018/PN.JKT-BRT digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada Selasa (13/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, melalui kuasa hukum pemohon Riesqi Rahmadiansyah bahwa praperadilan ini diajukan pemohon dalam penangkapan tidak disertakan surat – surat, pemohon merasa prosedur formil penanganan kasus ini ganjil. Sebelum penangkapan, pihak termohon mendatangi orang tua asuh pemohon yang juga merupakan adik dari orang tua kandung pemohon, sehingga kuat hati untuk mengajukan permohonan praperadilan.

Pemohon berharap penetapan dan penahanny terbukti tidak sah dan termohon akan segera mengeluarkan SP3 terhadap kasusnya. Mengingat sampai saat ini pemohon tidak mengetahui apa yang menjadi permaslahan, sehingga beliau harus ditangkap dan ditahan serta harus menghadapi proses hukum yang sekarang menjeratnya.

Dalam sidang lanjutan ini, pemohon menghadirkan 3 orang saksi kehadapan Majelis Hakim Tunggal Agus Setiawan, yakni Wahyu (calon mertua pemohon), Nunung (tante pemohon) dan Riska Puspita (calon istri pemohon).

Dalam kesaksiannya dihadapan majelis hakim, Wahyu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan surat dari Kepolisian. “Saya mendapatkan 3 buah surat dari Kepolisian setelah 1 hari penangkapan,” jelasnya di persidangan.

Hal tersebut dikuatkan Rizka, menurutnya termohon (Polres Jakarta Barat) datang keesokan harinya karena pada tanggal 24 September mereka tidak mengetahui kabar dan keberadaan Pemohon.

Nunung menerangkan ada hal yang aneh, bahwa pada 24 September 2018, ada seorang yang mengaku teman pemohon datang ke tempat dealer pemohon dan mengaku sebagai teman yang kangen dengan pemohon.

“Aneh, pada 25 September 2018 bertemu dengan orang yang mengaku kangen dengan pemohon, ternyata adalah seorang polisi,” ujarnya.

Hal tersebut dipertegas Rizka bahwa mendengar dari orang disekitar pom bensin tempat pemohon ditangkap, bahwa pemohon ditangkap dengan 2 mobil polisi dan 1 mobil biasa yang terkonfirmasi oleh pemohon adalah taksi online.

Kuasa Hukum Pemohon Riesqi Rahmadiansyah bersama Roni Setiawan menjelaskan dari hasil kesaksian 2 orang saksi tadi, kesimpulannya Pemohon ditangkap tanpa surat.

“Dari hasil kesaksian 2 orang saksi tadi, kesimpulannya pemohon ditangkap tanpa surat dan dibawa oleh taksi online, ini jadi ngeri nih,” jelasnya usai persidangan.

Menurut Riesqi bahwa kesaksian yang akan dihadirkan esok adalah akan membahas pokok perkara, sehingga menurutnya lebih baik saksi terkait penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka, sehingga proses persidangan praperadilan ini tidak membahas pokok perkara.

“Insyaallah engga sampai pokok perkara, karena sudah terlihat pelanggaran administrasinya. Praperadilan adalah menguji formalitas, bukan materil kasus,“ tutupnya. (@d2)

 244 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *