Praperadilan Ditolak, Riesqi: Bank Mandiri Harus Internalisasi Surat Rahasia

Jakarta, Jaya Pos -Sidang lanjutan Praperadilan dengan Nomor Perkara 11/Prpid/2018/PN.JKT-BRT, atas Pemohon (Murfy Aditya) dengan Termohon (Polres Jakarta Barat) atas pembobolan rekening milik nasabah Bank Mandiri digelar di Pengadilan Jakarta Barat, Jumat (16/11).

Dalam sidang dengan agenda putusan ini, Hakim Tunggal Agus Setiawan menyatakan menolak permohonan Praperadilan Pemohon.

“Dengan ini mengadili menolak permohonan praperadilan pemohon, status tersangka pemohon adalah sah menurut ketentuan hukum,” jelasnya dalam amar putusan yang dibacakan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Murfy mengajukan Permohonan Pra Peradilan dikarenakan beliau merasa prosedur formil penanganan kasus ini ganjil.

Menurut Murfy saat ditangkap tidak diperlihatkan surat-surat, bahkan sebelum menangkap pihak Kepolisian Resort Jakarta Barat mendatangi orangtua Asuh Murfy yang juga merupakan adik dari orangtua kandung Murfy, sehingga kuat hati untuk mengajukan permohonan Pra Peradilan.

Murfy yang berharap penetapan tersangka, penangkapan dan penahanannya terbukti tidak sah dan Kepolisian Resort Jakarta Barat akan segera mengeluarkan SP3 terhadap kasusnya, mengingat sampai saat ini Murfy tidak mengetahui apa yang menjadi permasalahan sehingga beliau harus ditangkap dan ditahan, serta harus menghadapi proses hukum yang sekarang menjeratnya, akan tetapi nasib berkata lain dan permohonan Murfy ditolak.

Sepanjang persidangan, pemohon menghadirkan 3 orang saks, dan termohon tidak menghadirkan saksi, hanya sekedar menunjukan bukti-bukti surat. Dalam kesaksiannya para saksi menjelaskan pemohon ditangkap tidak dengan surat-surat yang ditunjukan kepadanya, akan tetapi dalam pertimbangan hakim seluruh proses penangkapan, penahanan serta penetapan tersangka sudah sesuai prosedur yang ada. Dengan demikian hakim berpendapat semua prosedur dinyatakan lengkap.

Terkait putusan tersebut Riesqi Rahmadiansyah selaku kuasa hukum pemohon menyatakan,“Kita timbang dulu, akan mengajukan pra peradilan kembali atau mau kita peninjauan Kembali. Kita liat bagaimana ke depannya, tetapi saya yakin kalo sampai pokok perkara besar harapan kami untuk dapat vonis bebas,” jelasnya usai persidangan.

“Kami ada indikasi mengajukan praperadilan baru lagi, tentang syaratnya penahanan dan penggeledahan kan itu belum kita uji,” ungkapnya.

Riesqi meminta agar sebelum memasuki pokok perkara, pihak Mandiri harus internalisasi juga masalahnya tidak mungkin surat serahasia tersebut bisa diketahui orang luas dan meminta agar Bank Mandiri mencari juga pelaku di dalam pihak internal jika ada.

Menurut Riesqi jika kasus ini sampai diputus pidana, berarti Bank Mandiri harus di cek oleh OJK terkait kerahasian nasabahnya dan akan mengajukan gugatan terhadap Bank Mandiri.

“Jika kasus ini putus pidana ini (Murfy dan 5 tersangka lainnya) serta dinyatakan bersalah dapat diartikan Bank Mandiri tidak aman terkait data nasabah, kita bisa gugat perlindungan konsumen atau kita gugat PMH dan saran saya Pak Sumadi juga wajib menggugat Bank Mandiri ,“ tutupnya. (@d2)

 204 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *